Senin, 17 November 2025

Berbeda, Tapi Mengapa Sering Disebut Bugis Makassar

Berbeda, Mengapa Sering Disebut Bugis Makassar

Penyebutan “Bugis Makassar” sudah sangat akrab di telinga banyak orang Indonesia. Tidak jarang, siapa pun yang berasal dari Sulawesi Selatan langsung disebut sebagai “orang Bugis Makassar”, seolah-olah kedua nama itu adalah satu identitas yang sama. Padahal, secara budaya dan sejarah, Bugis dan Makassar adalah dua suku yang berbeda, masing-masing memiliki bahasa, adat, dan sistem nilai yang khas.

Lalu, mengapa kedua nama itu sering digabungkan?
Jawabannya terletak pada sejarah panjang hubungan sosial dan politik di Sulawesi Selatan. Sejak masa kerajaan-kerajaan klasik seperti Gowa, Bone, Soppeng, dan Wajo, masyarakat Bugis dan Makassar hidup berdampingan, saling berinteraksi dalam perdagangan maritim, penyebaran agama, hingga aliansi politik. Hubungan ini menciptakan ikatan kuat yang membentuk persepsi bahwa kedua suku tersebut merupakan bagian dari satu ruang budaya yang sama.

Selain itu, Sulawesi Selatan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan keberagaman etnis Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, dan beberapa subetnis lainnya. Karena Bugis dan Makassar adalah dua kelompok terbesar dan paling berpengaruh, masyarakat luar daerah cenderung menyatukan penyebutannya menjadi satu istilah praktis: “Bugis Makassar.” Penyebutan ini dianggap cukup mewakili identitas utama penduduk Sulawesi Selatan, meskipun tidak sepenuhnya tepat secara etnografis.

Dalam kehidupan sehari-hari, penyebutan tersebut tidak selalu menimbulkan masalah. Bahkan banyak orang Sulawesi Selatan yang sudah terbiasa dan tidak keberatan dengan istilah itu, selama tidak menghilangkan keunikan masing-masing suku. Namun, bagi mereka yang lebih memahami sejarah lokal, penting untuk meluruskan bahwa Bugis dan Makassar memiliki akar tradisi yang berbeda mulai dari bahasa (Basa Ugi vs Basa Mangkasara), adat pernikahan, pakaian tradisional, hingga sistem nilai seperti siri’ na pacce yang dimaknai berbeda dalam konteks budaya masing-masing.

Pada akhirnya, istilah “Bugis Makassar” adalah cerminan dari kedekatan hubungan, sejarah panjang pergaulan, dan kuatnya identitas masyarakat Sulawesi Selatan yang dikenal ramah, berani, pekerja keras, dan menjunjung tinggi kehormatan. Meski berbeda, keduanya saling melengkapi, membentuk mozaik budaya yang kaya dan membanggakan.

Admin : Andi Nurmala

    Bagikan ke Media Sosial :